Perguruan Bela Diri Jihatsu

"Di Dalam Jiwa dan Hati Yang Suci Tersimpanlah Ilmu Yang Tinggi"

Perguruan Bela Diri Jihatsu

"Di Dalam Jiwa dan Hati Yang Suci Tersimpanlah Ilmu Yang Tinggi"

Perguruan Bela Diri Jihatsu

"Di Dalam Jiwa dan Hati Yang Suci Tersimpanlah Ilmu Yang Tinggi"

Perguruan Bela Diri Jihatsu

"Di Dalam Jiwa dan Hati Yang Suci Tersimpanlah Ilmu Yang Tinggi"

Perguruan Bela Diri Jihatsu

"Di Dalam Jiwa dan Hati Yang Suci Tersimpanlah Ilmu Yang Tinggi"

Senin, 13 Oktober 2014

Makna Lambang JIhatsu


LAMBANG JIHATSU

Lambang dari perguruan Bela diri JIHATSU adalah dengan logo bertuliskan JHS denga bulan, dan lingkaran di tengah berwarna merah, lingkaran di luarnya berwarna biru serta warna tulisannya berwarna putih, dengan artian sebagai berikut :
- Tulisan JHS .......................................................... = Jiwa Hati Suci
- Warna putih ......................................................... = Suci
- Warna merah ....................................................... = Berani
- Warna Biru ........................................................... = Kesetiaan
- Sedangkan lingkaran kecil di dalam bulan purnama . = kesempurnaan 

Janji Jihatsu

JANJI JIHATSU
1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Berbudi pekerti dan bersahabat.
3. Bersabar dan menguasa diri
4. Mempertinggi prestasi
5. Menjunjung tinggi nama JIHATSU

Semboyan Jihatsu


SEMBOYAN JIHATSU
Di dalam Jiwa dan Hati yang Suci,

Tersimpanlah ilmu yang tinggi.

KLASIFIKASI TINGKATAN PENDIDIKAN JIHATSU

KLASIFIKASI TINGKATAN PENDIDIKAN JIHATSU
Di dalam pergurun Jihatsu terdiri dari 3 pokok tingkatan :
  1. tingkat siswa
  2. tingkat pelatih
  3. tingkat guru
1.     Tingkat Siswa terdiri dari 5 tingkatan
a.      siswa tingkat 1 dengan tanda ikat pinggang putih dengan lama pendidikannya selama 6 bulan yang diakhiri dengan ujian kenaikan tingkat.
b.     siswa tingkat II dengan tanda ikat pinggang kuning dengan lama pendidikannya selama 6 bulan yang diakhiri dengan ujian kenaikan tingkat.
c.      siswa tingkat III dengan tanda ikat pinggang hijau dengan lama pendidikannya selama 6 bulan yang diakhiri dengan ujian kenaikan tingkat.
d.     siswa tingkat IV dengan tanda ikat pinggang biru dengan lama pendidikannya selama 6 bulan yang diakhiri dengan ujian kenaikan tingkat.
e.      siswa tingkat V dengan tanda ikat pinggang kombinasi biru dengan coklat dengan lama pendidikannya selama 6 bulan yang diakhiri dengan ujian kenaikan tingkat.
f.       siswa tingkat VI dengan tanda ikat pinggang kombinasi biru coklat dengan lama pendidikannya selama 6 bulan yang diakhiri dengan ujian kenaikan tingkat.

2.       Tingkat Pelatih terdiri dari 4 tingkatan
a.      Asisten Pelatih dengan tanda ikat pinggang coklat dengan lama pendidikannya selama 1 tahun yang diakhiri dengan ujian kenaikan tingkat.
b.     Pelatih Muda dengan tanda ikat pinggang coklat merah dengan lama pendidikannya selama 1 tahun yang diakhiri dengan ujian kenaikan tingkat.
c.      Pelatih Madya dengan tanda ikat pinggang merah dengan lama pendidikannya selama 1 tahun  yang diakhiri dengan ujian kenaikan tingkat.
d.     Pelatih Kepala dengan tanda ikat pinggang merah hitam dengan lama pendidikannya selama 2 tahun yang diakhiri dengan ujian kenaikan tingkat.

3.       Tingkat Guru terdiri dari 4 tingkatan
a.      Guru Muda dengan tanda ikat pinggang hitam dengan lama pendidikannya disesuaikn dengan kemampuan dalam penguasaan ilmu dan kreatifitas dalam Pengembangkan ilmu Jihatsu.
b.     Guru Madya tanda ikat pinggang merah abu-abu dengan lama pendidikannya disesuaikn dengan kemampuan dalam penguasaan ilmu dan kreatifitas dalam Pengembangkan ilmu Jihatsu.
c.      Guru Kepala tanda ikat pinggang hitam abu-abu dengan lama pendidikannya disesuaikn dengan kemampuan dalam penguasaan ilmu dan kreatifitas dalam Pengembangkan ilmu Jihatsu.
d.     Guru Besar dengan tanda ikat pinggang Abu-abu.

PENURUNAN ILMU JIHATSU

  1. SISWA TINGKAT I (PUTIH)
a.      Siswa harus mengetahui tata tertib Jihatsu
b.     Siswa harus hafal dan melaksanakan janji dan semboyan Jihatsu
c.      Siswa harus harus menguasai semua bentuk pukulan dan nama-namanya
d.     Siswa harus harus menguasai semua bentuk tendangan dan nama-namanya
e.      Siswa harus menguasai sep dan jiljal
f.       Siswa harus menguasai semua bentuk kuda-kuda dan nama-namanya
g.     Siswa harus menguasai gerakan AMB (akar membelah batu) kanan kiri
h.     Siswa harus menguasai gerakan Jihatsu I
i.        Siswa harus menguaai FUSILAT/gerakan siksak (gerakan serangan hindar)
j.       Sswa harus harus menguasai krip 1 s/d 5
k.      Siswa harus menguasai gerakan teori sabung



  1. SISWA TINGKAT II (KUNING)
a.      Siswa harus lebih memantapkan dan menguasai semua ilmu Jihatsu yang ada di tingkat I (putih)
b.     Siswa harus menguasai gerakan Jihatsu II
c.      Siswa harus menguasai kucing kanan kiri
d.     Siswa harus menguasai gerakan NGOKUN
e.      Siswa harus menguasai gerakan KOMODO
f.       Siswa harus menguasai sabung bebas
g.     Siswa harus menguasai krip 1 s/d 17

  1. SISWA TINGKAT III (hijau)
a.      Siswa harus menguasai semua ilimu Jihatsu yang ada di tingkat I & II
b.     Siswa harus menguasai gerakan Wukuf
c.      Siswa harus menguasai Jihatsu III
d.     Siswa harus memantapkan sabung bebas

  1. SISWA TINGKAT IV (Biru)
a.      Siswa harus menguasai semua ilimu Jihatsu yang ada di tingkat I,II & III
b.     Siswa harus menguasai gerakan Jihatsu IV
c.      Siswa harus menguasai SU KE KANG dan DAP 17
d.     Siswa harus memantapkan sabung bebas

  1. SISWA TINGKAT VI (kombinasi biru coklat)
a.      Siswa harus menguasai semua ilimu Jihatsu yang ada di tingkat I,II,III & IV
b.     Siswa harus menguasai gerakan KOU TIJAN I & II (kera naik turun gunung)
c.      Siswa harus menguasai LUK BEY (harimau berguling)
d.     Siswa harus memantapkan sabung bebas

  1. SISWA TINGKAT VI (kombinasi biru coklat)
a.      Siswa harus menguasai semua ilimu Jihatsu yang ada di tingkat I,II,III & IV
b.     Siswa harus menguasai KRIP LUK BEY
c.      Siswa harus memantapkan sabung bebas

7. PELATIH/Coklat (Asisten Pelatih)
a.      harus menguasai semua ilmu ditingkat siswa
b.     harus menguasai ilmu BUSONG BHAK HAU (gerakan serangan harimau)
c.      harus menguasai gerakan dan Krip LUK BEY
d.     harus memantapkan sabung bebas

8. PELATIH MUDA/Coklat merah
  1. harus menguasai semua ilmu ditingkat asisten pelatih
  2. harus menguasai gerakan senjata pisau
  3. harus memantapkan sabung bebas

9. PELATIH MADYA/merah
  1. harus menguasai dan memantapkan semua ilmu ditingkat asisten pelatih
  2. harus menguasai gerakan PEK KUN (langkah 8/Jihatsu 5) dan ITKUN
  3. harus memantapkan sabung bebas
10. PELATIH KEPALA/ merah hitam
  1. harus menguasai semua ilmu ditingkat pelatih muda
2. harus menguasai KOU KUN (langkah sembilan)
3. harus menguasai gerakan gunung kembar (Kotijan 123) /Jihatsu 6
4. harus memantapkan sabung bebas

11. GURU MUDA/hitam dengan tanda nama tingkatan pada bet di dada sebelah kanan yang bertuliskan guru muda
  1. Pelatih harus menguasai semua ilmu ditingkat siswa dan pelatih
  2. Menguasai ilmu gerakan bintang
  3. Menguasai gerakan dan permainan Toya
  4. Harus memantapkan sabung bebas

12. GURU MADYA/merah abu-abu dengan tanda nama tingkatan pada bet di dada sebelah kanan yang bertuliskan guru madya
1. Pelatih harus menguasai dan memantapkan semua ilmu ditingkat guru muda
2. Menguasaigerakan dan permainan pedang
3. Harus memantapkan sabung bebas

12. GURU KEPALA/hitam abu-abu dengan tanda nama tingkatan pada bet di dada sebelah kanan yang bertuliskan guru kepala
      1. Pelatih harus menguasai dan memantapkan semua ilmu ditingkat guru madya
      2. Menguasai permainan ilmu pedang versus toya
      3. Harus memantapkan sabung bebas

By : Abd Bari

Rabu, 11 September 2013

Sejarah Berdirinya Jihatsu

LATAR BELAKANG SEJARAH

Bela Diri Ji Hat Su didirikan oleh Bapak Nasir pada Tanggal 20 April 1975 berawal pada saat Bapak Nasir berumur 11 Tahun yang pada saat itu duduk di kelas IV sekolah SD Kebonsari I Probolinggo, bercita-cita ingin menjadi ahli beladiri, sehingga beliau menuntut ilmu dari beberapa macam aliran beladiri diantaranya ; 
A.        Pencak Silat
B.        Kungfu Seo Liem Shie
C.        Kungfu Kun Tou Santung
Pada Tahun 1959 ketika berumur 11 tahun pernah belajar pencak silat pada seorang guru yang bernama Bapak ASKAR di Desa Kebonsari Kulon tepatnya di sebelah barat SD kebonsari I di Jl. Cokroaminoto yang sekarang utara SMP 9 Probolinggo hanya beberapa bulan saja.
Pada Tahun 1962 Pak Nasir masuk SMP Taman Dewasa Probolinggo Kelas I, kemudian belajar silat yang beraliran kungfu SEO LIEM SHIE kepada seorang guru yang bernama Bapak NAMIN di Desa Mangunharjo yang jarak dari rumah pak Nasir sekitar 2 km.  Latihanya setiap malam hari kecuali malam jum’at ditempuh dengan berjalan kaki. Dan waktu pelaksanaan latihannya tergantung kepada kesempatan pak namim untuk melatih karena apabila ada tamu, dilatih setelah tamu pulang yang akibat pulangnya dari tempat latihan tersebut tidak dapat dipastikan, sering pulang larut malam sehingga tidak bisa lewat jalan yang biasanya karena banyak anjing yang berkeliaran sehingga mengambil jalan berputar yang jaraknya lebih jauh karena pada jaman tersebut lampu penerangan jalan jarang sekali dan jaraknya berjauhan sehingga jalan yang dilewati remang-remang menimbulkan rasa takut.  Sedangkan guru dari pak Namin bernama LIEM TIAW SIEN.
Bapak Namim mempunyai seorang PELATIH SENIOR yang bernama Bapak NITI MISJAN yang ditugasi untuk melatih pak Nasir. Pak Misjan dalam melatih pak Nasir selalu didampingi oleh Bapak NAMIM selama 6 Tahun. Kemudian setelah 6 tahun pak Nasir dilatih sendiri oleh pak Namim untuk menyempurnakan dan menambah ilmu yang harus diselesaikan. Selama pak Nasir belajar silat SEO LIEM SHIE pada pak Namin yang waktu latihannya pada malam hari, pak nasir juga belajar ilmu KUN TOU SANTUNG pada seorang guru yang bernama TAN-KIM-PING yang waktu latihannya setiap minggu sore di Jalan WR. Supratman sejak Tahun 1964 sampai 1966.

Tahun 1969 pak Nasir oleh gurunya (pak Namim) diharuskan mempunyai murid sebagai syarat untuk diangkat menjadi guru silat. Untuk memenuhi syarat tersebut, pak Nasir melatih anak-anak Panti Asuhan Muhammadiyah (PKO). Dengan demikian karena sudah memenuhi syarat, maka saat itu pak Nasir langsung diangkat dan dikukuhkan menjadi guru silat.
Pada Tanggal 15 Januari 1970 pak Nasir mendirikan cabang perguruan TAPAK SUCI Daerah Kota Probolinggo yang sebagian besar pengurus dan anggotanya dari murid-murid panti Asuhan Muhammadiyah. Selama tiga tahun pak Nasir melatih di Tapak Suci dan tidak pernah dapat mengikuti iven-iven antar Tapak Suci karena ilmu yang diajarkan pak Nasir bukan ilmu Tapak Suci. Dan agar supaya Tapak Suci dapat mengikuti even-even tersebut, maka Perguruan Tapak suci diserahkan kepada seorang guru Tapak Suci dari Surabaya pulang ke rumahnya di Probolinggo yang bernama Bapak SUBEKTI pada awal tahun 1973.








Kemudian pada Tanggal 1 Pebruari 1973 maka pak Nasir mendirikan Perguruan yang diberi nama KITANG (ilmu gerak kaki dan tangan) yang kemudian dalam perkembangannya nama perguruan tersebut disempurnakan menjadi SUKITANG (Suci Kaki Tangan) selama 2 (dua) tahun memegang dan memimpin SUKITANG.
 

sukitang ketika masih latihan di mapolres probolinggo










 




Pada Tanggal 20 April Tahun 1975 pak Nasir mendirikan perguruan beladiri yang diberi nama JI HAT SU (Jiwa Hati Suci), sedangkan SUKITANG akhirnya diserahkan kepada mantan pelatihnya yang bernama pak NITI MISJAN, sehingga dengan demikian pak Nasir telah mendirikn 3 perguruan yang sampai saat ini ketiga-tiganya masih tetap exis dan berkembang. Dan sejak berdirinya Ji Hat Su pak Nasir menghabiskan waktunya di Perguruan Beladiri Jihatsu sampai sekarang. Selama mengikuti iven-ieven kejuaraan, Jihatsu biasanya selalu ada yang menjadi juara, diantarannya pernah menjadi atlet PON mewakili Jawa Timur di Makasar. 








PERKEMBANGAN JI-HAT-SU
Perkembangan Ji Hat Su berikutnya, Kota Probolinggo dijadikan sebagai pusat perguruan. Sedangkan perkembangan cabang-cabangnya antara lain ;
  1. Cabang Surabaya, berdiri pada Tanggal 22 November Tahun 1976 di Jl. Perak barat surabaya dan sebagai ketuanya bapak Samsul Hadi.  
  2. Cabang Maron, berdiri pada Tahun 1978 di sebelah selatan lapangan dan sebagai ketuanya bapak Wandi.
  3. Cabang Leces pada Bulan Juli Tahun 1978 di sekolah SMP/SMA Taruna dan sebagai ketuanya bapak Wito. 
  4. Cabang Kraksaan pada Tahun 1981 di SMP Taman Madya dan sebagai ketuanya bapak Nasir.
  5. Cabang Lumajang pada Tahun 1989 di Randu Agung dan Klakah dan sebagai ketuanya Sdr. Wahyono.
  6. Cabang Bogor pada Tahun 1999 dan sebagai ketuanya Sdr. Satriatno. 
  7. Cabang Pajarakan (PP. Zainul Hasan) pada Tahun 1997 dan sebagai ketuanya Sdr. Bari. 
  8. dan lain sebagainya.
By : Abd Bari

 
Jihatsu Said | SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI PERGURUAN BELADIRI JIHATSU- MUDAH-MUDAHAN MEMBERI MANFAAT"